Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Tempo Dulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Tempo Dulu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2014

Lagi-Lagi Terimakasih: Yudisium Rasa Nano-Nano dan Air Mata yang Runtuh

Selepas nangis-nagis
Yudisium pagi hingga siang tadi begitu berkesan. Perasaan campur aduk saat mengikutinya. Peserta yudisium Universitas Muhammadiyah Makassar adalah yang paling banyak hingga hari ini, dengan jumlah lebih dar seribu calon sarjana (setelah diyudisium berubah status jadi sarjana pendidikan). Pada awal acara dimulai dengan pengajian oleh salah satu petinggi FKIP, lalu sambutan-sambutan.
Suasana yang panas, kadang ribut, kadang tertawa campur aduk dalam acara tersebut. Guyonan-guyonan juga ditumpahkan sesiapa saja yang berdiri di podium. Misal tentang setelah selesai kulah yang mau lanjut S2 silahkan, mau ngajar di pedalaman silahkan, kalau ngga bau keduanya ya lanjut nikah saja. Mendengar ucapan salah satu yang tampil, sontak saja seisi auditorium tertawa. Adegan pengambilan gambar dimana-mana, seakan yang satu ini adalah kewajiban bagi siapa saja, terlebih bagi Pak MC.
Acara yang paling dinanti-nanti pun tiba, pengumuman nilai akhir mahasiswa. Sebab yang diumumkan banyak, butuh banyak waktu baru mendengar nama sendiri dikumandangkan di depan sana. Alhamdulillah nilai cumlaude diperoleh dengan usaha kurang lebih empat tahun. Aku pikir awalnya hanya sampai di situ, taunya acara numpahin air dari mata tidak terelakkan juga.
Puncak yudisium saat para calon sarjana berganti status jadi sarjana ... awalnya saat sang tuan di depan saana mengucapkan ucapan terimakasih yang harusnya kami utarakan mulai mengusikku. Pembahasan tentang orang tua berlanjut dengan air mata yang tumpah. Wah ... aku yang kuat-kuatin ngga nangis malah yang paling duluan nangisnya. Wajah Bapak dan Ibu terpampang jelas di depan mata. Pengen langsung nyiumin tangan keduanya rasa-rasanya. Ilanjutkan lagi dengan nyanyian tentang Ibu. Tammatlah. Aku kalau nangis susah berhentinya, maka tak heran sampai acara selesai masih mewek juga.
Mata sembab sudah pasti. Hidung mengembang, kurang lebih. Kusutlah jadinya. Tak mengapa. Acara seperti ini, yang merupakan tahap bersejarah dalam hidupku, memang wajar jika mengundang rasa bak nano-nano.
Terakhir, untuk semua penghuni kampus UNISMUH, dari yang benda mati, mahluk hidup, manusia-manusianya, pengurus-pengurusnya, petinggi-petingginya, yang telah bersinggungan langsung denganku, dan yang tidak, dari yang membantu, hingga yang mempersulit (bunga-bunga kuliah bukan?), aku ucapkan BANYAK-BANYAK TERMAKASIH. Semoga Allah swt membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik. Aamiin.
Tungguin tanggal pake toga
Untuk Bapak, Bapak, Ibu, Ibu, Ibu, terimakasih banyak. Sangat banyak. Banyak yang tidak terhitungkan. Untuk keluargaku juga, siapapun itu, terimakasih. Ucapan ini sudah aku tulis  di sini.
Aku tak mengganti nama hanya menambah tiga huruf di belakang namaku, Sitti Mardiyah, S.Pd. Kelak semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat dengan baik. sekali lagi terimakasih.

Kamis, 13 November 2014

Hati Itu: Yang Tak pernah Berkata "Iya"


didy-margi.blogspot.com

Hati itu
yang terbuat entah dari apa
selalu terlukai dengan pisau kata-kata
hari ini dicaci
kemarin dimaki
besok entah apa
mungkin dibuat menangis
hati itu yang pemiliknya berwajah indah
bersuara lembut
dengan tatapan penuh harap
hati itu ...
berbisik lagi
permohonan yang sama
pada hati lain yang sama
bahwa:
mohon untuk tak pernah sudah
sebab hati itu tak akan pernah berkata “Iya”

Minggu, 09 November 2014

Bunga-bunga bermekaran di atas kepalamu

ft by: kumpulandpbbm.com
Bunga-bunga bermekaran di atas kepalamu
merah muda dalam bisu
dalam bahagiamu
suka
bunga-bunga menawan hati sedang kau jaga
kau sembunyikan sebaik mungkin
katamu, biarlah aku, dia dan kalian
yang tahu
yang menikmatinya hanya kau, dia
tanpa kami
maka biar saja
bunga milikmu sedap dipandang mata
qctv.tv
sejuk menwan hati
doa kami,
bungamu mekarlah selalu
hingga kelak layak petik
untuk hiasi kamar nan indah
maka,
biarkan bungamu hiasi taman hatimu
saat ini
bersamanya ...
semoga
id.aliexpress.com



Kamis, 10 Juli 2014

Ge-Er Akut



Hal memalukan?
Mmm ... (mikir)
Mmmm ... (mikir + 1 kerutan di dahi)
Mmmmm ... ( 2 kerutan)
(3 kerutan)
Ehm ... kerutan bukan pertanda tidak mengalami hal memalukan, justru sebaliknya banyak ngalamin. Tapi mana mau buka-bukaan (kan aurat? #ehngganyambung) mana aib sendiri pula. Nanti kalau sekampung pada ketawa gimana?
Kan bisa-bisa jadi artis ngga laku, ya kan?
Uhk ... garing bin aneh ya?
Baiklah saya kisahkan yang paling ngeri memalukannya. Sampai kepala mendidih dan muka panas.
Siap?
Oke, kita mulai.
DORRR!
LARI ...
Ups...
Kali ini benaran cerita deh. Sumpah.
Kan gini ... (masa lalu muncul di atas kepala, ala lampu yang menyala gitu deh)
Aku pernah mengikuti suatu seminar dimana akhir dari seminar itu diadakan door prize oleh panitia penyelenggara. Jadi, setiap peserta masing-masing megang nomor undian.
Karena aku juga peserta, sudah pastinya saya menunggu dan berdoa semoga nomor yang kupegang disebutkan.
“Eh ada Kak Nahla ternyata,” sapa seseorang yang belakangan aku tahu seorang cowok cakep. Dia adik kelasku pas masih es-em-pe. Dulu sih culun tapi sekarang ...
“Hehehe ... iya.” Aku terhipnotis.
Nih anak sudah gede, mana cakep lagi. Pikirku kacau, itu tadi omongan dalam hati ya.
“Nunggu door prizenya ya Kak?” tanya si cakep lagi.
“Iya nih,” jawabanku masih singkat.
“Kak berapa nomornya?” tanya si adek kelas lagi.
Wah, dimintan nomor begitu aku sangat senang, ge-er akut.
“Oh ...085 299 ...” dengan semangat kusebutkan angka-angka yang menunjukkan nomor hp-ku.
“Mm ... maksudku nomor undian Kakak,” ucapnya.
Apa?
Nomor undian?
Uhgh! Seketika balik normal.
Malunya diriku.
Teman di sampingku sampai ketawain. Belum lagi orang-orang di sekitarku.
Hikz ...
Dan si cakep biang kerok, eh maksudnya si adek kelas juga ikut-ikutan senyum.
Mengejek!
Hua... serasa pengen kabur dari tempat itu.
Hikmahnya, “Makanya jangan suka terpesona ngga jelas, sampai ngga nyambung pas diajak ngomong. Lagian, doi kan brondong!”
Sekian.
Eh, masih malu ngingatnya.
  
*Diikutkan dalam:
 "The Silly Moment Giveaway" Nunu el Fasa dan HM Zwan

Ikutan!!! 
Ke Te-Ka-Pe segera!