Tampilkan postingan dengan label Foto Fiti Nahla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Fiti Nahla. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Mei 2019

Foto Fiti Cinta

Alhamdulillah perjalanan menuju sah. Terjal, penuh liku, ranjau. Namun berhasil dilalui.




Jadi raja dan ratu sehari, tak semewah itu, tak sehebat yang lain. Namun wah pada cinta, istimewa dan bahagia.


Bersama dia, laki laki yang berani berjuang hingga halal. Yang membuktikan kata tak sekedar janji semata. Dia yang tercinta.





Dia yang tak menuntut banyak pada istrinya.


Wahai suamiku, untuk pengertian yang menggunung, perhatian yang begitu lapang, terimakasih. Terimakasih tak terhingga untukmu.

Membersamaimu akan aku lakukan sepanjang hidup. Menemani berjuang, beribadah sepanjang masa. Selama ruh masih bersemayam dalam ragaku.




Cinta.




Jumat, 08 April 2016

Aku Kau Wajah

Kucoba mainkan wajah tuk dapatkan wajahmu di sana.
Kutajamkan mata seperti tajamnya tatapan matamu.
Kukerutkan kening seperti kau yang diam diam melakukannya.
Kupikirkan kau seperti kau yang memikirkanku.
Kutiru kau ...
Tapi tak bisa, sejujurnya kau adalah kau. Tak akan bisa aku seperti kau.
Aku nikmatki kau yang berbede dengan aku.

Minggu, 26 Oktober 2014

Foto Fiti: Kamar Impian

http://desainnrumahminimalis.blogspot.com
Aku sedang mencari warna-warna pastel di google, lalu bertemu dengan gambar ini.
Biru dan hijau bisa disatukan dan, Subuhanallah, indah sekali. Terbayang berbaring di sana atau sedang duduk menghabiskan berlembar-lembar buku. Menulis banyak kisah. Sejuk, indah, lembut.
Aku menyebutnya: Warna kita
http://www.desainic.com

Masih dengan warna yang sama. Biru dan hijau.Tentang warna sebenarnya aku tidak mengkotak kotakkannya dalam kategori tidak, suka, suka, atau sangat suka. Hanya saja, hijau bisa begitu menyejukkan. Bukankah warna hijau juga warna syurga?
Lalu tentang biru ...
Aha!
Benar sekali.
Itu rahasia.
http://propertiterbaru.com
 Masih dengan nuansa biru dan hijau. Hanya pelengkap, karena sebenarnya aku paling suka sajian gambar pertama. Saat mencari-cari gambar senda, ternyata ada banyak.
Kamar impian. Begitu saja aku menyebutnya. Sebab berharap adalah salah satu saca untuk mewujudkannya. Aamiin...
Semoga ^^

Senin, 20 Oktober 2014

Minggu, 24 November 2013

KEGIATAN PPL SD INPRES ANAGOWA

Sitti Mardiyah/Nahlatul Azhar


Tiga bulan lalu aku mengikuti PPL yang merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar. Praktek Pengenalan Lapanga (PPL), seperti namanya, aku dan 20 temanku yang lain mendapat tugas belajar, mengajar di sebuah lokasi yang telah dipilih pihak kampus untuk kami tempati.

Singkat cerita, pergilah kami ke sana. Berbekal ilmu yang dipelajari di kampus. Berharap di lokasi tersebut aku, temanku, bisa mempraktekan ilmu yang kami peroleh di kampus, juga menambah pengalaman sebelum benar-benar terjun di dunia pendidikan.

 Aku dan 20 temanku, kala itu, siap memulai perjuangan (cie...)
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh ... (aku sendiri) saat pelepasan mahasiswa PPL oleh kampus. Saat itu teman-teman asal nunjuk saja. Dari pada disuruh bawain sambutan, mendingan juga ngaji. Lebih mudah (hehehe).




Lanjut ...

Nah, kalau yang ini temanku (bagusnya karena dari kelas yang sama) dia bawain sambutan-sambutan juga. Selaku perwakilan mahasiswa PPL di tempat itu.
Sebelumnya sempat diuat pusing olehnya, karena asal tunjuk maka konsep yang bakal dia sampaiin nanti baru dibuat. Tapi, alhamdulillah berjalan baik.




Selanjutnya ...



Yang jadi pembicara selanjutnya ada Kepala Sekolah dari SDI ANAGOWA. Seorang wanita yang patut dicontoh (kan jarang-jarang nemuin kepsek wanita). Beliau baik, ramah, suka bantu, (malah mobilnya pernah dipinjam, hehehe).


Kalau yang ini ...
Beliau salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar, beliau juga yang jadi salah satu dosen pembimbing di sekolah tempat aku PPL. Juga sebagai wakil kampus yang melepaskan kami untuk kegiatan PPL kedepannya. Di SDI ANAGOWA.


Pelepasan selesai maka inilah foto-fiti kegiatan PPL kami di SDI ANAGOWA.


Namanya praktek, sudah barang tentu ngajar di kelas. Nah, kelas yang aku dapat adalah kelas 4A dengan kelas yang padat karena dihuni 50 murid bahkan lebih.
Sabar diuji banget di kelas ini. Sekitar 7 murid terbilang sangat aktif (bukan nakal) hampir setiap hari ada saja tingkahnya.
Tapi biar kata banyak gerak, selalu ada saja yang membuatku nahan senyum melihat tingkah mereka. Marah? Wah ... jangan ditanya, sering banget. Tapi ... lagi-lagi masih bisa tersenyum dengan tingkah aneh dari mereka. 4A memang oke. Hehehe.
Ya, banyak teman-temanku bilang kelas yang kutempati ini paling parah. Iya lah, punggawanya banyak. Pada ngga mau ngalah. Apa lagi sola melapor sama ibu guru. Tapi Kalau ada wali kelas mereka, tanpa dikomandi semuanya pada diam. Hehehe ... jadinya tenang lagi deh.



Oke, kita lanjut lagi ...

Ini dia sang guru pamong beserta anak gadisnya yang cantik. Guru yang satu ini baiiiikkk banget. Biliau lah yang membimbin aku dan temanku (yang di tengah) selama kami PPL di sana. Canti, sudah pasti. Beberapa kali bahkan sempat ke rumahnya untuk makan-makan (kurang baik apa lagi coba). Beberapa kali ditraktir. Dan yang terpenting ilmu darinya gratis tis tis ... (hehehe).

KEGIATAN YANG LAIN:

Lomba Azan. (Kalau tidak salah yang di samping itu juara 1 dan harapan 1)



Lomba dai cilik. Yang perempuan peserta dari kelas 4A, sayang ngga dapat juara, tapi kudu eksisi :)


Lomba cerdas cermat hanya diikuti kelas 5 dan 6. Seru, skor saling mengejar.Jika ada yang tertinggal pun masih bisa tetap tertawa.






Unyu-unyu deh. Pesertanya dari kelas 1 dan 2 kalau lomba mwarnai. Lokasinya di depan kelas. Antusis peserta patut diacungin jempol (angkat empat jempol)




Lomba yang satu ini paling dinanti murid laki-laki. Hampir tiap hari nagih, "Pak, Bu, tanding bolanya kapan?"
Nah si bapak atau ibu guru jawab, "Ngga ada tanding bola kalau kalian pada bandel-bandel." Hehehe.

Ini dia punggawa-punggawa kelas 4A. Ngga menang tapi tetap juara (nah, loh ...)
Manis-manis kan? Pake gula sih ...




Lomba makan gerupuk oleh kelas, 1, 2, 3. Seru bin keren plus lucu.
"Awas, Nak. Tidak boleh sampai jatuh!"







Ini bukan lomba lagi, tapi jalan santai. Diadainnya pas libur (ahad)
Semangka!










Bersambung ...

Rabu, 06 November 2013

Foto Fiti: Imam Hanif Narsis (Dipaksa dikit sih)


Si anak bungksu. Paling mini karena kakak-kakaknya sudah pada gede. Paling suka nangis (Ya lah, masa kakaknya yang paling sering). Paling di manja (maklum masih kecil, entah deh kalau sudah gede). Dan paling, paling yang lain....





Kaykanya ngga dipaksein deh pake gaya ini. Maunya sendiri. Wah cakep deh.





Si Hanif perneh minta dibeliin baju bola ini dia yang dia bilang.
"Warna apa Nif?" tanyaku.
"Putih," jwabnya. Singkat.
"Namanya siapa?"
"Cristian Ronaldi," jwabnya lag.
"Nomor berapa?" tanyaku.
"Nomor 10," yang ini bukan suara si Hanif tapi tante kecil yang juga tinggal di rumah kami.
"Yeeee ... bukan 10 tapi 7!" ucap Hanif.
Wah segitu sukanya pada bola ya. Sampai-sampai rumah dijadiin lapangan bola. Tinggallah Ibuku yang was-was, jangan sampai tuh bola kena jendela, gawat nantinya.


nyamyyy!




 Susah banget di ajak makan di luar pas Si Hanifnya datang beberapa hari yang lalu. Eh tapi di'iyain juga akhirnya. Giliran semangkuk bakso lengkap ada di hadapannya saja langsung di lahap ... hap ... hap ... Nikmat banget lihatnya. Dan ma'am sendiri loh, ngga disuapin lagi hehehe. Wah adikku sayang! Mantap pokoke.

Jalan lagi




Selepas menikmati semangkuk bakso yang dilahap habis, Hanif melanjutkan perjalanannya. Pete-pete mambawanya pergi menuju tujuan selanjutnya.
Matanya bermain kesana kemri. Tak melepas satu momen apa pun. Dan aku, asik juga fotoin dia. Ngga sadar atau pura-pura ngga sadar? Entahlah yang jelas aku bahagia bertemu dengannya. Hihihi...

Mantap lah gayanya! Model lapangan Karebosi. :)












Ini dia Endingnya.
Kalu lagi ngga enak hati gini nih, difotoin ngga mau senyum pula. Malas lagi liat kamera. Tapi tetap cakep kok. Heheh
Bukan cuman bola, baju bola, buku cerita tentang bola pula lah yang dipilihnya.

Itulah tadi foto fiti Imam Hanif, Si bungsu pencinta bola. ^Sekian^
Salam foto fiti by: Nahlatul Azhar.