Tampilkan postingan dengan label Koran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2015

Melukis Harapan


Oleh: Nahlatul Azhar
Lukis kisah bisu dengan jemari 
tentang cinta, tak pernah berujung suka
tentang cita,  masih ada dalam dekapan angan
juga asa yang terpatri dalam jiwa
Cinta maha sunyi menyimpan sejuta misteri
sisakan tanya dalam benak
sudikah ia menyapa?
pada insan penuh cacat karena dosa
Cita belum jua terjamah wujud nyatanya
memperkuat sebuat fakta
dakah berubah dari angan ke nyata?
sedang ada yang begitu yakin kelak berbuah manis
Asa sejuta dalam jiwa satu-satu menunjukkan tunasnya
menajamkan harapan agar berubah buah atau bunga
kembali semburan tanya keluar, mampukah?
Tentang cinta, cita juga asa
ungkapkan hingga tak hanya harapan belaka
dalam balutan usaha
dengan setuhan doa
juga harapan sepanjang masa

2015

Jumat, 31 Oktober 2014

Mimpiku Untuk Ibu


Ft by: Kora Cakrawala

“Ifah ...” suara teriakan ibu mengagetkanku.
“Iya Bu?” sahutku. Ada apa lagi sekarang? Lagi asiknya menulis juga.
Aku berlari keluar dari kamarku. Begini nih kerjaan kalau liburan, hanya di rumah mendengar omelan ibuku yang cantik.
“Kamu tuh ya, sudah dari tadi dipanggil malah ngga nyahut-nyahut. Itu telinga dikemanain?” suara amukan ibu menyambutku saat sampai di dapur rumah sederhana kami.
“Yah ibu, dari sini ke kamarku mana bisa dengar, yang ada tetangga yang mendengarnya. Disangkanya ntar ibu lagi marah-marah. Padahal kan ibu manggilku dengan nada penuh cinta,” aku mulai merayu, berharap ibu tidak lagi marah.
“Alasan saja kamu. Ngerjain apa sih? Liburan sekolah saja masih saja sok sibuk, sekali-kali kamu itu harus bantuin ibu di dapur. Biar pintar masak juga, kan malu ibunya pintar masak anaknya ... “ Ibu menatapku dengan tatapan yang, uhk ... ngga banget.
Begitulah keseharian kami, aku yang suka ngeles dan ibu yang menuntut aku agar kelak sama sepertinya, tangguh. Terlebih setelah bapak tiada. Walhasil ibulah tulang punggung dalam keluarga kecilku. Makanya akhir-akhir ini aku jadi mikir untuk menghasilkan uang sendiri. Selama ini aku hanya bantuin ibu jaga warung. Ibu sendiri sangat tidak suka aku membantunuya, katanya cukuplah aku belajar yang rajin. Tapi kali ini beda, sudah seminggu aku libur semester. Jadinya harus belajar ini dan itu, seperti kata ibu.
Tapi berkat kerasnya ibu saat membesarkan aku, membuatku berpikir untuk melakukan banyak hal. Termasuk membantu ibu dalam hal ekonomi. Walau masih kels satu SMA, aku sudah pikirkan baik-baik tentang hal itu.
“Fah, jadi penulis saja. Kan ngga ribet tuh, kalau masalah ngetiknya gampang deh. Lagian dulu kamu ngebet banget kan jadi penulis, sampai bela-belain maksa bapak kamu buat beliin notebook.” Itulah saran Rati, sahabatku.
Tentu saja aku ingat cita-citaku itu. Saat bapak yang sehari-harinya bekerja sebagai guru SD masih hidup. Namun seiring waktu berjalan, dan bapak telah tiada mimpiku untuk jadi penulis terkenal seakan ditelang bumi.
Jadi sebelum liburan tiba aku sudah memutuskan ingin jadi penulis. Kalau dulu alasanku sebatas cita-cita saja, kali ini alasanku bertambah. Aku ingin mengisahkan perjalanan hidupku bersama ibu juga bapak yang telah menghadap ke pangkuannya, juga aku ingin membantu ibu dalam hal ekonomi keluarga kami.
**
“Ibu perhatikan akhir-akhir ini kamu sering mengurung diri di kamar, Fah. Ada masalah?” tanya ibu saat kami sedang duduk bersama di ruang makan. Bersama dua orang adikku yang lain.
“Ibu tenang saja, kalau Ifah ada masalah pasti cerita kok,” jawabku tenang.
Tentu saja aku tidak bisa bilang aku sudah mulai menerbangkan mimpiku. Tentang ingin jadi penulis, aku memang belum bilang. Takut ibu marah, aku hanya ingin membuktikannya dulu dengan nilaiku di sekolah yang tetap baik dan tulisanku yang membuahkan hasil.
“Assalamu’alaikum ... “ Seseorang memecahkan keheningan suasana rumah kami.
“Biar ibu yang buka, kalian lanjutkan makannya,” ucap ibu.
“Wa’alaikusalam,” lanjut ibu sambil berjalan ke ruang tamu. Aku dan kedua adikku kembali menikmati masakan ibu. Dan sepertinya ibu terlibat percakapan dengan sang tamu. Hampir lima belas menit berlalu hingga ibu akhirnya muncul dengan sesuatu di tangannya.
“Fah ... “ ibu memanggil namaku.
“Iya, Bu?”
“Ini apa?” tanya ibu sambil mengarahkan pandangannya pada bungkusan yang ada di tangannya.
“Ini tadi diantar tukang pos, katanya kiriman buatmu. Ini dari mana?” tanya ibu lagi. Pahamlah aku kini benda apa yang ada di tangan ibu.
Dua minggu lalu aku mengirimkan sebuah cerpen untuk diikutkan lomba. Lewat bantuan sahabatku Rati tentunya.
“Itu hadiah, Bu. Hasil dari jerih payahku sebagai penulis.”
Ibu masih menatapku penuh tanya, sedikit ada tatapan marah di sana. Tapi aku akan berusaha meredamnya. Aku akan menjelaskan semuanya. Akan kukatakan mimpi yang pernah terlupakan dalam hatiku, juga harapan dapat membantu ibu dalam meringankan bebannya.


Senin, 27 Oktober 2014

Alamat-Alamat Koran dan Cara Mengirim Tulisan

Koran Tempo
  • Email kirim puisi ke koran tempo minggu: ktminggu@tempo.co.id
  • Email kirim cerpen ke koran tempo minggu: ktminggu@tempo.co.id
  • Honor cerpen koran tempo sekitar Rp. 700.000,-
  • Honor puisi di koran tempo berkisar Rp. 600.000,- atau tergantung berapa puisi yang dimuat
  • Biasanya honor akan dikirim dua minggu pasca pemuatan
  • Redaktur Puisi dan Cerpen Koran Tempo Nirwan Dewanto
Kompas
  • Email kirim puisi ke kompas: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
  • Email kirim cerpen ke kompas: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
  • Email kirim esai ke kompas: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
  • Jumlah honor cerpen kompas Rp. 1.400.000,- (tidak dipotong pajak),
  • Honor puisi kompas Rp. 500.000,- (tidak dipotong pajak),
  • Biasanya honor dikirim dua atau tiga hari setelah pemuatan.
  • Nama rubrik Seni
  • Ada beberapa penjaga gawang alias redaktur kompas, salah satunya adalah Putu Fajar Arcana.
  • Menemus koran kompas memang tidak mudah, dan anda mungkin perlu membaca rahasia agar cerpen dan puisi kita bisa tembus di kompas.
Suara Merdeka
  • Kirimkan cerpen, puisi dan esai ke suara merdeka lewat email swarasastra@gmail.com
  • Honor cerpen suara merdeka sekitar 300 ribu. Sementara honor puisi sekitar 200 ribu dipotong pajak, begitu pula honor esai.
  • Honor akan dikirim ke rekening atau kadang bisa juga via wesel pos. Jika tulisan kita dimuat, segeralah hubungi bagian keuangan.
  • Redaktur Saroni Asikin
 Jawa Pos
  • Email untuk kirim cerpen ke jawa pos : ari@jawapos.co.id . Ada juga yang memberikan email ariemetro@yahoo.com. Mungkin bisa dicoba kedua-duanya.
  • Email untuk kirim puisi dan esai, dan rubrik ruang putih dan di balik buku juga menggunakan email yang sama
  • Honor cerpen di jawapos sekitar 900 ribu sampai satu juta.
  • Sementara honor puisi sekitar Rp. 500.000,-
  • Jika dimuat, honor akan dikirim ke rekening kita 1 sampai 2 minggu pasca pemuatan
  • Redaktur Arief Santoso
Media Indonesia
  • Media indonesia kembali membuka rubrik cerpen. Untuk mengirim cerpen ke media Indonesia bisa lewat cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id
  • Aturan kirim cerpen: Naskah paling panjang 9.000 karakter.
  • Honor pemuatan cerpen Rp. 500.000 sampai dengan Rp 700.000 (dipotong pajak)  akan dikirim dua minggu setelah pemuatan.
  • Redaktur: Damhuri Muhammad
Suara Karya
  • Kirimkan esai, cerpen, dan puisi ke Suara Karya via email ami.herman@yahoo.com
  • Honor cerpen Rp. 250.000, sementara puisi 150 ribu, dan esai 150 ribu.
  • Untuk mencairkan honor bisa hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
  • Redaktur Ami Herman
 Republika
  • Email cerpen republika adalah sekretariat@republika.co.id, jangan lupa CC ke aliredov@yahoo.com
  • Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak)
  • Kapan honor dikirim berbeda-beda. Jika honor lama tidak dikirim, segera kontak bagian keuangan via nomor telepon koran.
  • Suka dengan cerpen-cerpen islami, meski tidak selalu.
 Jurnal Nasional
  • Menerima kiriman puisi dan cerpen
  • Naskah cerpen dan puisi Jurnal nasional dikirim via emai tamba@jurnas.com dan witalestari@jurnas.com
  • Honor cerpen Jurnal Nasional sekitar Rp. 400.000,- (potong pajak), Puisi sekitar Rp. 200.000.
  • Honor dikirim kurang lebih 1 bulan, jika menghubungi bagian keuagan bisa cepat dikirim.
  • Rerdaktur Ari MP Tamba
 Pikiran Rakyat
  • Kirim puisi dan cerpen ke Pikiran Rakyat via email khazanah@pikiran-rakyat.com
  • Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), honor puisi biasanya lebih sedikit dari honor cerpen.
  • Biasanya honor ditransfer 2-3 minggu setelah pemuatan, atau bisa juga diambil langsung ke kantor redaksi.
  • Rubrik yang memuat Cerpen dan Puisi Pikiran Rakyat terbit setiap hari Sabtu, kecuali bertepatan dengan hari libur besar nasional
 Tribun Jabar
  • Tribun jabatr adalah koran yang terbit di jawa barat. Menerima kiriman yang bisa dikirim ke cerpen@tribunjabar.co.id dan hermawan_aksan@yahoo.com
  • Untuk cerpen terbit setiap hari Sabtu.
  • Ada juga cerpen bahasa sunda yang terbit setiap kamis dan jumat.
  • Honor cerpen tribun jabar sekitar Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak).
  • Honor ditransfer 3 hari atau 1 minggu setelah dimuat.
  • Redaktur Hermawan Aksan
 Kedaulatan Rakyat
  • Kedaulatan rakyat adalah koran lokal Jogjakarta dan jawa tengah. Tetapi bukan berarti penulis yang dimuat di sana adalah orang lokal. Siapapun bisa mengirim tulisan ke KR dan berpeluang di muat.
  • Cara mengirim puisi, cerpen, dan esai ke Kedaulatan Rakyat bisa via email jayadikastari@yahoo.com
  • Cerpen di KR relatif pendek di banding cerpen-cerpen di media lain, sekitar 5.000 karakter dengan spasi.
  • Honor cerpen Rp. 400.000,-
  • Honor Puisi Kedaulatan Rakyat Rp. 250.000
  • Redaktur Jayadi Kastari
 Joglo Semar
  • Joglo Semar juga koran Lokal di Jogakarta. Ada rubrik cerpen yang terbit setiap minggu.
  • Email untuk kirim cerpen ke Joglo Semar adalah harianjoglosemar@gmail.com
  • Honor pemuatan cerpen Rp. 100.000
 Minggu Pagi
  • Minggu pagi mungkin semacam tabloid, karena koran ini terbit seminggu sekali, yakni pada hari Jumat.
  • Minggu pagi menerima cerpen, puisi, dan esai.
  • Email untuk tulisan cerpen, puisi, dan esai Minggu Pagi adalah we_rock_we_rock@yahoo.co.id
  • Honor cerpen Rp. 150.000. Honor Puisi 100.000, esai sekitar 100 ribu sampai 150 ribu.
  • Redaktur Minggu Pagi Latief Noor Rochman
 Radar Surabaya
  • Email kirim cerpen ke Radar Surabaya adalah radarsurabaya@yahoo.com dan  diptareza@yahoo.co.id
  • Honor cerpen di Radar Surabaya Rp. 200.000,- (potong pajak) .
  • Biasanya honor sudah ditransfer seminggu setelah dimuat.
 Lampung Post
  • Email untuk cerpen dan puisi Lampung Post yaitu lampostminggu@yahoo.com
  • Honor cerpen Rp. 200.000, dan honor puisi juga sama.
  • Honor akan ditranfer via rekening bank seminggu pasca tulisan dimuat.
  • Bisa kontak emil_lampost@yahoo.com untuk pencairan honor
 Padang Ekspres
  • Email kirim cerpen dan puisi ke Padang Ekspress via yusrizal_kw@yahoo.com dan cerpen_puisi@yahoo.com
  • Honor cerpen padang ekspress berksar Rp. 100.000 sampai Rp. 125.000
  • Sementara honor puisi sekitar Rp. 75.000
  • Honor bisa diambil langsung atau bisa minta tolong teman di padang untuk mengambilkan di kantor sekretariat redaksi.
  • Redaktur padang eksres Yusrizal Kw
 Haluan (Padang)
  • Email untuk kirim cerpen ke koran Haluan yang terbit di Padang bisa via email nasrulazwar@yahoo.com
  • Honor pemuatan cerpen koran haluan Rp. 150.000,- sementara honor puisinya Rp. 100.000,-
 Singgalang (Padang)
  • Kirim cerpen ke koran Singgalang ke email hariansinggalang@yahoo.co.id dan a2rizal@yahoo.co.id
  • Honor cerpen harian Singgalang sekitar Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
 Riau Pos
  • Koran Riau Pos menerima Cerpen dan esai
  • Kirim cerpen dan esai sobat ke budayaripos@gmail.com dan kabut.azis@gmail.com
  • Honor cerpen Riau Pos Rp. 150.000,-
  • Redaktur riau Pos Hary B Kori’un
Analisa (Medan)
  • Kirim cerpen ke Hadian Analisa Media via email rajabatak@yahoo.com
  • Honor cerpen di Analisa sekitar Rp. 100.000,-
  • Untuk mencairkannya bisa hubungi redaksi via email atau telepon, atau bisa juga diambil ke kantor redaksi.
 Sinar Harapan
  • Email kirim cerpen sinar Harapan adalah redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
  • Honor cerpen dan puisi di Sinar Harapan sekitar Rp. 100.000,-
 Berita Pagi
  • Kirim cerpen ke Berita Pagi via huberitapagi@yahoo.com
  • Honor cerpen Berita Pagi 100 ribu
Demikian tadi email dan honor cerpen, puisi dan esai di Koran. Untuk tata cara pengirimannya, sebagai berikut:
  1. Tulis cerpen, puisi atau esai anda
  2. Cantumkan Nomor rekening bagian bawah (masih dalam satu file)
  3. Kirimkan via email. Naskah dilampirkan, tidak dicopy paste di badan email.
  4. Berilah kata pengantar dan subyek. Misal [Cerpen] Judul Cerpen Anda.
  5. Tunggulah kabar atau rajinlah cek koran. Tidak semua koran mengonfirmasi pemuatan tulisan kita. Maka kita harus rajin mengcek koran atau bisa juga bergabung dengan group-group FB yang mengabarkan tulisan-tulisan yang dimuat di Koran.

SUMBER: https://santritimur.wordpress.com/2014/09/05/email-media-terbaru-2014/