Tampilkan postingan dengan label Budaya Fajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Fajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2015

Aku Penjaramu



Oleh: Sitti Mardiyah
Kukatakan pada wajahmu
jangan pernah berlalu melewati garisku
sebab kau sudah tak bisa lari dariku
aku penjaramu
Kukatakan pada suaramu
berhenti pada kata aku
aku kamu bersuara satu
kata-kata  hanya akan lukaimu
Waktu berhenti
hanya ada kita
dan pagar besi yang penjarakan cinta
 2015

Aku Tua!



Oleh: Sitti Mardiyah

Angka menuakanku di sini
menjadikan aku manusia tua yang asing dan diasingkan
sepasang mataku dibutakan kesenangan kemarin
yang kemudian kusesali hari ini
aku tua!
tanpa arti
hanya memiliki uban putih, wajah keriput dan ...
kau yang memandang tanpa nafsu
aku tua!
jari-jariku memohon
meronta
kakiku ingin kembali berpijak
bukan kaku dipasung waktu
ah, aku tua!
dan ingin kembali muda

SITTI MARDIYAH adalah penulis yang ingin kembali!

Rabu, 15 Oktober 2014

Cara mengirim Cerpen ke Kolom Budaya (Koran Harian Fajar)


Walau sudah lama tulisanku tidak dimuat Koran Harian Fajar, tidak lantas membuatku patah hati lalu dendam kesumat. Mana bisa, kecintaanku pada dunia tulis sudah mendarah daging, pun pasang surutnya juga tidak bisa dihindari. Nah, Koran Fajarlah yang pertama kali menerima tulisan-tulisanku. Patutlah saya untuk berterimakash bukan?
Dulu (cieeh) bahkan sekarang, walau jarang, pertanyaan tentang cara mengirim ke Koran yang terbit tiap hari ini biasa ditanyakan padaku. Aku jelaskan saja sebisaku. Ada juga yang meminta agar aku menuliskan caranya, malah sempat dikatakan pelit kalau tidak membagi resep ngirimnya. Weleh-weleh ... tidak ada niat pelit, hanya keseringan malas menuliskannya.
Ehm! Kepanjangan nih narasinya. Okelah, mari baca intinya.
Aku pernah mendapat balasan dari Koran Harian Fajar, beberapa kali sih, namun untuk kolom Budaya isi balasannya seperti ini:
Terima kasih atas partisipasinya selama ini.
Kami tunggu karya-karya selanjutnya. Oya, kalau bisa cerpennya berkisah
tentang suatu tempat/adat/budaya/atau sesuatu dalam sebuah daerah/wilayah
yang bisa dibagi ke pembaca. Misalkan, cerita doe panaik, mantra pemikat
dara/ Ni tongko, Sobbu anja dan sebagainya. Trims
Dari situ sudah tahu dong cerpen seperti apa yang diingnkan Kolom Budaya Fajar.
Pertama-tama, kudu asli, bukan jiplakan, dan belum pernah dimuat di media manapun (kalau ini sudah pada tahulah).
Kedua, di kolom Budaya cerpen yang dimuat berkisar pada tema budaya, adat, tempat-tempat di sulawesi (misalnya), apa saja deh yang ada di suatu tempat yang mengandung unsur kedaerahan. Kalau sudah muat yang satu ini, Insyaallah dilirik.
Bisa sih tema lain tapi jangan remaja, misal polit, keluarga, apa deh yang tren sekarang ini. Kalau Remaja tempatnya di sini http://nahlatulazhar-penuliscinta.blogspot.com/2014/05/cara-mengirim-ke-keker-koran-harian.html?showComment=1413380951870#c6663014846435000899
Ketiga, pun sudah yakin temanya sesui permintaan Koran Harian Fajar, eyd, penggunaan tanda baca musti diperhatikan (kalau aku kebiasaan typo-nya parah bin payah).
Kempat, maksimal tiga halaman. Jumlah kata maksimal 1000 (kalau tidak salah, soalnya kalau aku ngga ngitung katanya melainkan halamannya)
Terakhir,  kirim cerpen kamu ke alamat emailnya: budaya@fajar.co.id
Budaya@fajar.co.id atau budayafajar@gmail.com kirimmi coba kedua2nya
Gimana? Sudah dapat ide?
Hoamm! Aku justru ngantuk.
Semoga karya-karyanya berjodoh dengan Koran Harian Fajar (Promosi be-nge-te).

Eh, ada yang terlupa. Cerpen dimuatnya hari Minggu, seo ngrimnya paling lambat hari kamis getoh! Sip, sip?





Cerpenku yang pernah dimuat Fajar: