Yang terpikirkan di kepala Dila, untuk siapa suaminya beli lipstik. Kalau untuk dirinya, pastilah Dila tahu, karena suaminya pasti memberi tahu. Suaminya bukan tipe laki laki yang suka memberi kejutan.
Balas Dila. Pikirannya mulai mengembara. Siapa wanita itu? Yang beruntung itu.
Balas wanita itu. Wanita yang bagi Dila adalah seorang sahabat.
Dila membalas cepat. Rasa penasarannya mulai terpancing.
Wanita itu mencoba meyakinkan Dila.
Balas Dila lagi. Suasana hatinya benar benar tidak enak. Keruh.
Sahabat Dila, si wanita penjual lipstik mulai sewot. Dia heran dengan temannya, Dila, yang curigaan.
Dila lagi lagi tak percaya.
Sahabat Dila mulai jengkel juga. Heran dia sama sahabatnya, sudah dijelasin baik baik masih juga curiga.
'Nyesel aku cerita ke kamu, Dil!'
Lanjut pesan wanita itu sekaligus mengakhiri percakapan mereka lewat WA.
.
.
.
Malam makin larut, wajah Dila kusut, sekusut cucian yang belum dia rapikan.
Suaminya yang sedari tadi bertanya mengapa wajahnya mayun, diabaikan begitu saja. Malah, setelah menidurkan si kecil, Dila memilih ikutan tidur.
"Sayang, kenapa? Aku ada salah?" Bisik sang suami di telinga istrinya. Namun yang ditanya hanya diam, menggeleng pun tidak.
Dila diam.
"Sini deh,"
Bilal mendudukkan istrinya dengan sedikit memaksa. Dia paling tidak tahan dengan diamnya sang istri. Bahaya.
"Tolong cerita, Sayang. Ada apa, hmm?"
Dila luluh akhirnya. Lalu mengalirkan cerita perihal lipstik pesanan sang suami.
"Ya ampun Sayang, untuk siapa lagi kalau bukan untuk kamu?"
"Kali..."
"Tuh kan, curigaan lagi. Rencananya untuk hadiah kejutan Sayang, bukan untuk siapa siapa."
"Tapi kan kamu tidak pernah cerita."
"Kalau aku cerita, bukan kejutan lagi dong," senyum sang suami menenangkan Dila.
"Tapi kan..."
"Sstttt! Sudah sudah, besok teman kamu mau ke sini, bawa lipstiknya."
Bilal merangkul istrinya mesra. Dila pun akhirnya luluh.
.
.
.
"Nih lipstiknya, masih mau curiga?"
Wanita itu, si penjual lipstik menyerahkan lipstik pesanan suami Dila.
Dila sendiri kehabisan kata kata, hanya bisa tersenyum malu. Sifat cemburunya masih juga menghantui. Namun, suaminya, Bilal, juga terus meyakinkannya, kalau hanya Dila yang ada di hatinya dan dia siap membuktikannya. Dari hal hal kecil sampai besar, semisal kejutan lipstik itu.
Demikian seutas tinta.
#Day13
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Sumber gambar: @beytal_4















