Selasa, 26 April 2016

Jadilah Warnaku

Jadilah warnaku...
Merah muda lukiskan senyum rona wajah
Abu sisakan gundah tanya dan kesedihan
Hijau  penyejuk yang selalu ada
Merah sisakan marah yang menggunung meraja
Namun selalu padan oleh biru yang menenangkan kembali
Jadilah orange, ungu, kuning, coklat, jingga ....

Jadilah warnaku
Warnai hidupku

Buruk

Mimpi buruk. Terlampau buruk tuk memulai hari ini. Terasa janggal, sakit. Seakan nyata dan meninggalkan bekas ketakutan pada pagi.
Di sana, kau berdiri lalu berbalik pergi. Tak tampak wajahmu menoleh pun hanya sedikit.
Di sana, pada mimpi semalam kau seperti pembunuh yang memotong denyut debyut rasa.
Tangis pecah dalam bisu. Hanya memandang berharap kau menoleh, melihat aku hancur tak bersisa.
Di sana kau mengeggam tangan yang lain. Kau ajak lari bersama menelusuri jalan. Wajah yang lain.

Di sana dalam malam sepi, pada mimpi yang menari, aku terkapar terbunuh belatimu.
Aku padam.
Terbangun oleh ketidak nyamanan.
Pertandakah?

Jumat, 22 April 2016

Selamat tinggal

Selamat tinggal...
Jangan pernah kau ucap
Sebab di sini luka menganga kau akibatkan
Jangan pernah terpikirkan olehmu
Terbesir di hati saja sudah begitu sakit

Tapi...
Selamat tinggal,
Nyatanya aku pun kamu hanya ada selisih.

Esok semog bertemu lagi.

Selamat tinggal.

Kamis, 21 April 2016

Aku Batu!!!

Batu begitu sabar menghadapi tetes demi tetes air yang jatuh di atasnya.
Dibiarkannya tubuhnya basah.
Tak pula ia marah.
Batu tetap diam menunggu air jadi paham dan berhenti menetes.
Batu hanya memohon air dapat pahami kediamannya.
Batu biarkan air nikmati kebahagiaannya akan waktu yang bergulir.
Dan wahai air yang menetes dengan kesejukannya, kelak kau hancurkan batu berkeping keping.
Kelak kau hancurkan batu yang menungguimu dengan sabar.
Untuk berhenti meneteskan kenyamanan semu.

Air... mengertikah engkau?

Rabu, 20 April 2016

Anak Anak Cinta

Bahagia itu... melihat mereka tersenyum. Melihat mereka menikmati saat saat belia. Bermain, tertawa, menangis, berselisih, bersaing. Aku memperhatikan dan menjadi bahagia karenanya.

Anak anak cinta...
Hari demi hari bersama mereka. Pun lelah, sebab lelah yang bahagia. Ada puas menggelitik hati saat mereka menatap dengan penuh tanya. Menatap dengan semangat karena menemukan jawaban atas tanya.

Lalu mereka tertawa bahagia. Saat tahu. Dan aku, semakin bahagia karenanya. Anak anakku, anak anak cinta.

#sarangheo

Rindu yang Entah

Aku merasa aneh. Merasai rindu yang entah berlabuh pada siapa. Rasa yang datang tanpa sebab. Yang tujuannya entah kemana. Hanya sebatas kosang dalam hati yang sedikit merintih dan ingin dilengkapi. Entah oleh siapa sebab penyebabnya juga tak tahu.

Jika sudah begini, tak ada cara tuk sudahi rindu. Biarkan tumbuh dan mencari muaranya sendiri. Karena ia tak mengenal siapa, hanya rindu yang entah.

Senin, 11 April 2016

Sangat Sulit

Apa yang ada di depan mata, yang kita punya, yang menjadi hak kita, kadang sulit menerimanya, mensyukurinya, berterimakasih karenanya.

Sedang yang orang lain punya, yang bukan hak kita, kadang sangat menginginkannya, berharap memilikinya.

Kita jadi memaksa diri untuk punya padahal tak mampu. Kita buat susah diri kita dengan keinginan yang tak mudah bahkan tak mungkin.

Kita jadi terluka unuk hal hal tak penting, untuk hal hal yang sama.

Padahal jika mensyukuri yang ada, justru akan menemtramkan jiwa. Berbaliklah, Allah maha tahu yang terbaik untuk kita.

Minggu, 10 April 2016

Telah Kita

Telah kita habiskan waktu
Telah kita keringkan kantong
Telah kita semai lelah

Pun begitu... kita bahagia

Malam Para Gadis (Part 2)

Kumpul lagi. Hanya bertiga lagi.Tik, Nun, Aku. Kali ini tidak sama dengan malam sebelumnya yang agak mendung. Pembahasan juga tak melulu tentang rasa dan sakit. Kisah malam ini lebih orange, lebih cerahlah maksudnya.
Walau Tik sepertinya masih dengan usahanya move on-nya. Nun dengan kisah cintanya yang... akhir akhir ini semakin membaik, tentu setelah dua tiga hari dilanda galau. Sedang aku... tak usah dibahas. Fokusnya ada pada dua orang di atas, aku sebagai pembongkar rahasia saja. ><
Karena tak ada kisah gundah malam ini, kita jadinya saling serang kata. Perempuan dengan lidah sebagai senjata. Tenang, tak ada yang dimasukin ke hati kok. Yang ada kita tertawa bareng padahal sudah tengah malam. Hmmm... semoga aja tidak ada tambahan suara tawa dari dunia lain. Hyyyyy...
Hmm agenda besok semoga lancar, jalan-jalan cuci mata kuras dompet. Semoga tak sampai kering dompetnya. Hihi...
Okelah... itu saja malam ini. Laporan selesai. Bubar grak!! Bobo grak!!! #KitaBahagia

Tik Tik Hujan Rintik?

Susah menggambarkan orang yang satu ini. Kita jarang bertemu, jadi ya hanya sekali kali saja. Beda dengan Nun yang enak di ajak berantem, si Tik lebih pendiam, lebih diam, dan diam. Ributnya paling saat dia nyanyi nyanyi galau. Tidak enak jugalah becandain dia terus disuruh pulang, kan gawat kalau doi pulang ke Mamuju malam malam. (Abaikan)
Tapi... sekali kali bisa jugalah dia diserang kata kata ajaib yang tak pernah dia balas. Paling lagi lagi nyanyi.
Tik tik tik bunyi hujan di atas genteng. La la la....
Begitu sajalah. Sekedar info dia lagi cari yang mau diajak serius, bukan yang suka php-in cewek. Ahahaha.... minat? Hubungi pemilik blog ini. Harus diseleksi dulu soalnya.

Sabtu, 09 April 2016

Aneh

Kalau kata sepupuku, kami seperti sepasang kekasih yang saling mengunjungi.
Dia ke tempatku atau aku ke kosnya. Hampir tiap minggunya.
Anehnya saat bertemu kami saling mengatai, tak sampai di hati sih. Tapi... tetap saja saling mengejek, mengusir, menyumpahi.
Ya... tak jarang saling curhat tentang cintah. Hahaha.
Aneh memang, namun itu menjadi nikmat sebab aku pun dia tak perlu jaim.
Satu lagi... aku normal kok, tak mungkin berekasih sesama jeruk. ><"  entah dengan dia... hahaha (aduh jadi mikir)

Jumat, 08 April 2016

Aku Kau Wajah

Kucoba mainkan wajah tuk dapatkan wajahmu di sana.
Kutajamkan mata seperti tajamnya tatapan matamu.
Kukerutkan kening seperti kau yang diam diam melakukannya.
Kupikirkan kau seperti kau yang memikirkanku.
Kutiru kau ...
Tapi tak bisa, sejujurnya kau adalah kau. Tak akan bisa aku seperti kau.
Aku nikmatki kau yang berbede dengan aku.

Bahagiaku

Kalian seperti kuncup bunga yang menunggu mekar. Yang sedang melalui tahap demi tahap.
Kalian bahagia yang tak kenal waktu. Selalu senyum. Pun saat luka sekali kali.
Kalian adalah bahagiaku.

Rabu, 06 April 2016

Gadis Yang Jatuh

Gadis ini sedang jatuh. Dia tak sadar sejak kapan. Tau tau dia merasa rindu saat tak bertemu. Lalu dia sadar... aku telah jatuh.

Gadis ini terperangkap dalam rasa yang tak terungkap. Hanya rasa dan rasa yang mengangkasa tiap saat. Gadis ini semakin jatuh.

Untuk dia yang membuatnya jatuh, ia berharap... ada cahaya darinya suatu saat nanti. Pun itu entah kapan, sang gadis tetap berharap. Walau harus jatuh berkali kali.

#Nun

Mata Mata

Sebab matalah yang menemukanmu. Lalu hati menyimpanmu di dalam rasa. Rasa bermain main hingga tak sadar jatuh dan semakin jatuh. Terperosok dalam cinta. Mungkin... ^^

Ehemmm ^^

dari internet
Hmm... ayook!
Hahahahaha ....

Bersyukur

Kadang bersyukur hanya terucap jika kenyamanan jelas dan tampak di depan mata. 
Ya... manusia begitulah. 
Harusnya, bahkan ketika sakit sekalipu, syukur itu ada.
Sebab, di balik sakit ada hikmah yang tersirat. ^^

Bully (Syahrul)

Tulisannya aneh, anaknya pendiam, gampang sakit , izin dan alpa, sukanya duduk di bangku paling belakang. Begitulah awal saya mengenal Syahrul yang dikucilkan oleh teman-temannya.
Namun karena dia lebih banyak diam, saya tidak tahu apa apa tentangnya. Terlebih saat di awal awal. Tentang dia dibully oleh teman-temannya baru saya tahu setelah Ibunya datang dan melapor bahwa anaknya tidak mau ke sekolah lagi, karena banyak dipukuli temannya.
Si Ibu juga menceritakan jika Syahrur sama sekali tidak mengizinkan Ibunya datang ke sekolah dan melaporkan apa yang dialaminya kepada saya, ia bahkan memilih ingin pindah. Padahal … andai di kelas ia beritahukan dulu kepada saya, tentu orang tuanya tidak perlu datang. Pun andaikan dia pindah, belum tentu di sekolah yang baru nanti dia bias berbaur dengan teman barunya.
Saya mulai belajar dari anak ini. Bagaimana caranya agar dia tidak kena bully teman-temannya lagi, agar dia bias berbaur dengan yang lain. Hal positif yang saya lihat dalam diri Syahrul adalah dia anak yang patuh dan lumayan bisa menangkap pelajaran
. Singkat kisah, saya pindahkanlah Syahrul duduk di dekat meja saya, tepat di depan Rafly dan Ananda (kedua anak ini lumayan baik dan tergolong pintar di kelas). Ananda dan Rafly sudah saya ajak diskusi terlebih dahulu agar mereka mau menerima dan berteman baik dengan Syahrul.
Perubahan demi perubahan saya lihat pada diri Syahrur. Ia mulai berbaur, tidak ada lagi teman-temannya yang membullynya. Ia juga cukup baik dalam menerima pelajaran. Tidak ada lagi dirinya yang suka izin, sakit atau alpa. Saya sendiri selalu memujinya karena hal itu. Karena dia mau berubah. Ya … walau tulisan anehnya masih saja tidak bisa dirubah J
Terakhir dia jadi pelopor jalan santai dan bersepeda santai di kelas pada hari Ahad lalu, dan rata-rata temannya ingin ikut. Walau pada kenyataannya yang ikutan hanya dirinya dan Alifah dan berakhir membantu Ainun mencuci gorden (ada ada aja).
Hup! Satu anak lagi telah berhasil saya genggam tangannya, dan tentu saya tak boleh lengah karenanya. ^^
Semangat Anakku Syahrur. Semoga selalu baik dan semakin baik. Saya pun demikian.
#ANAKANAKKUSAYANG

Makassar,060416

Selasa, 05 April 2016

Bu, Saya Juga Mau Ikut Les! (Zul)

Zul, begitulah ia di panggil. Penghuni kelas yang saya ajar tersebut terbilang aktif. Teramat sangat aktif malah. Sampai-sampai saya harus menegurnya setiap hari. Naik pitam karena Zul sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab jika tidak, dia sama sekali tidak mendengarkan.
Andai saja ia hanya sibuk dengan dirinya sendiri dan tak merecoki temannya yang lain mungkin akan saya abaikan. Masalahnya dia keseringan ribut, mengganggu teman di sebelahnya, dan beberapa orang yang dekat dengan tempat duduknya. Belum lagi dengan hobinya mengejek dan memukul. Terakhir adalah masalah nilainya yang di bawah rata-rata.
Ampun…
Namun demikian saya berniat dia berubah. Berkali-kali saya memindahkan tempat duduknya. Yang terakhir saya biarkan Zul duduk sendiri sehingga tidak ada lagi yang dia ajak cerita. Tidak jarang pula saya menyebut namanya sekedar menjadikannya contoh atau dalam materi pembelajaran juga menunjuknya maju mengerjakan soal. Hal ini saya lakukan agar dia merasa diperhatikan, dan lebih berhati hati dalam sikapnya.
Alhamdulillah sedikit demi sedikit ada perubahan sikap, walau sikapnya yang suka cerita masih tidak bias sembuh. Terakhir dia melapor sama saya, “Bu, Saya juga mau ikut les.”
Bukan main senang hati saya. Berarti Zul sudah ada rasa ingin belajar bukan hanya bermain, cerita, dan menganggu teman-temannya.
Semoga semakin baik Zul. Aku pun sama.
#ANAKANAKKUSAYANG

Makassar,050416

Si Penentang Jadi Tenang (Rafly)


Saya, Rafly, Ananda
Namanya  Rafly. Di kelas dia menjabat sebagai ketua kelas. Berdasarkan informasi dari guru yang lain anak ini memang sedikit keras ketimbang saudaranya yang lain (dia punya saudara laki-laki di kelas 6). Sedangkan di kelas saat saya sedang mengajar, Rafly memang agak keras, gampang memukul dan marah, kritis juga. Baginya segala sesuatu punya alasan. Maka saya kena deh, selalu mendapat pertanyaan.
Sebagai wali kelasnya saat awal-awal mendapat siswa seperti ini tentu kesal dong. Habis tidak jarang ia protes dan saya harus pintar pintar cari jawaban yang bias ia terima.
Akibat dari sikapnya itu saya merasa seperti menghindarinya. Mencari aman ketimbang harus selalu dicerca pertanyaan. Dan hasilnya tentu malah tambah parah. Dia semakin tidak terkendali, dengan teman-temannya Rafly tidak jarang berselisih faham yang menyebabkan perkelahian. Belum lagi teman-teman perempuan yang dibuat menangis.
Saya menjadi kelabakan. Ingin menyalahkan dia saja tentu bukan solusi. Akhirnya saya memutuskan mengubah strategi yang saya akui salah (menjauhinya). Harusnya saya rangkul dia.lambat lau, saya mulai mendekatinya. Bertanya kesehatannya, bertanya hal-hal yang berkaitan dengannya.
Lambat laun hal ini berhasil. Tidak ada lagi Rafly yang seakan ingin berkuasa atas teman-temannya. Ia mulai tak banyak masalah lagi dengan teman-temannya. Sifat kasar yang gempang memukul juga mulai hilang.
Malah tempo hari saya dengar dia bercanda dengan teman-temannya.
“Kalau saya sih mirip Stevan William (moga-moga tak salah tulis)!” mendengar pengakuannya seperti itu semua temannya tertawa terbahak-bahak. Saya yang duduk di depan juga ikut tertawa.
Semoga Rafly semakin baik dari hari ke hari. Semoga saya juga demikian. #ANAKANAKKUSAYANG

Makassar,050416

Malam Para Gadis

Malam para gadis. Begitulah awal dari kisah kali ini. Tentang sebuah malam yang tercipta berdasarkan resah. Hahaha … terlalu lebay ya. Kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi, lama tidak bersua dengan dunia kata. Begitu juga jika ada kesamaan tokoh dan yang dialami, hehehe … ini murni tentang perjalanan hidup, pengalaman juga.
Sebut saja namanya Nun, gadis yang sebentar lagi menyandang S2. Nun akhir-ahir ini sering ke kosanku. Maklum, doi tidak suka sendirian, dan di kosannya dia hanya seorang diri sebab tetangga kamarnya pada punya dunia sendiri. Walhasil Nun sering nginap di kosan sahabat sahabatnya, salah satunya ya …. Aku, Na.
Tik, gadis bertitel PNS yang terangkat kurang lebih setahun yang lalu. Gadis yang satu ini tergolong mulus dalam berbagai hal, menurutku. Sebab ia cepat menyelesaikan kuliahnya, cepat dapat kerjanya. Dalam hal karir mantaplah dia. Satu hal yang baru baginya adalah CINTA. Masalah yang selalu ia pertanyakan saat kami sedang ngumpul. Sok jadi senior dalam cinta? Tidak dong, justru kita senior dalam hal patah hati. Hikz…
Ada juga Nis. Kalau gadis yang satu ini masih sementara kuliah. Sama kayak Nun. Gadis ceria dengan pengalaman cinta segudang. Dibanding yang lain, dia paling pede, sangat lincah, hehehe dan satu lagi paling langsing pula. Ada juga Del, kalau yang satu ini paling jarang ngumpul. Dijulukin sama kita-kita dijulukin Ibu konselor.
Kalau aku … aku Na.
Oh ya… tentang dimana kami bertemu, dulu sekali … saat masih mondok di pesantren.
Selalu ada malam para gadis saat kita kumpul, walau tidak pernah lengkap tapi yang ada selalu membahas sesuatu hingga larut malam, pun hanya aku dan Nun yang berkumpul. Pembahasan paling hangat ya seputaran cinta, jodoh, nikah, pasangan, cinta, cinta, dan lagi lagi cinta.
Begitulah kisah malam para gadis. Untuk pembahasan lebih lanjut (asik) nantilah. Ini sudah waktunya ngajar coy. Maklum Na, si guru honor harus bertugas. ^^
Makassar,050316.