Kamis, 09 April 2015

Melukis Harapan


Oleh: Nahlatul Azhar
Lukis kisah bisu dengan jemari 
tentang cinta, tak pernah berujung suka
tentang cita,  masih ada dalam dekapan angan
juga asa yang terpatri dalam jiwa
Cinta maha sunyi menyimpan sejuta misteri
sisakan tanya dalam benak
sudikah ia menyapa?
pada insan penuh cacat karena dosa
Cita belum jua terjamah wujud nyatanya
memperkuat sebuat fakta
dakah berubah dari angan ke nyata?
sedang ada yang begitu yakin kelak berbuah manis
Asa sejuta dalam jiwa satu-satu menunjukkan tunasnya
menajamkan harapan agar berubah buah atau bunga
kembali semburan tanya keluar, mampukah?
Tentang cinta, cita juga asa
ungkapkan hingga tak hanya harapan belaka
dalam balutan usaha
dengan setuhan doa
juga harapan sepanjang masa

2015

Senin, 06 April 2015

Aku Cemburu

Aku cemburu, setiap hari saat kau bertahta di atas sana
Dengan kebesaran cahaya dengan kilau sempurna
Juga karena pasang pasang mata tunduk tak menatapmu
Aku cemburu, sepasang kekasih duduk bersama memandangimu
Menjadikanmu simbol kerinduan hati
Pengikat saat ada jarak yabg terbentang
Aku cemburu....
Aku yang bukan siapa-siapa sangat cemburu
Dulu...
Sebelum satu nama berkata, kau bunga yang indah!
2015

Jumat, 03 April 2015

PUISI CAKRAWALA-28 Maret 2015



Mimpi adalah Kita


Oleh: Sitti Mardiyah

Mimpi adalah kita yang berlarian bersama
pada jalan-jalan setapak berkelok
di sana ada pohon-pohon tempat berteduh
ada sungai yang airnya keruh perlahan jernih
Mimpi adalah kita yang berkejaran
kadang aku di depanmu, kadang kau dahului aku
saat tanjakan kita berpegangan tangan
kala aku terjatuh tanganmu terulur membantu
Mimpi adalah kita
kita yang terkulai dalam lelah
kita yang memjamkan mata
dan kita yang kembali bangkit untuk mimpi
Mimpi adalah kita ...

2015


Tentang lelaki yang Menanam Benih Benci
Oleh: Sitti Mardiyah
Laki-laki yang menanam benih benci di hatimu
saat dulu
ketika usia belia di sandang
berwujud galak
mata garang menusuk
melarang kemana kaki melangkah
menyuruhmu tak bermain dengan si tua
memaksa tidur di siang hari
tak ada jatah jajan yang banyak
yang ada dipaksa ini itu dan lainnya
saat malam, matamu redup
kau dipinta mengulang hapalan
tak merebahkan badan jika semua belum usai
laki-laki itu ...
kau ... benci dengan segenap hati
dan kecamuk dendam yang meletup letup
Kini laki-laki itu bungkuk di depanmu
matanya berair setiap hari
kulitnya mengeriput
suaranya tak lagi tegas menusuk
dan kau ...
tak ada benci di hatimu
tak ada dendam
di hatimu berjuta rasa termakasih tumbuh subur
menggantikan benih benci yang mengering
Laki-laki itu memelukmu hangat
dan kau menangisi hari
terimakasih, katamu.
2015


Aku Penjaramu



Oleh: Sitti Mardiyah
Kukatakan pada wajahmu
jangan pernah berlalu melewati garisku
sebab kau sudah tak bisa lari dariku
aku penjaramu
Kukatakan pada suaramu
berhenti pada kata aku
aku kamu bersuara satu
kata-kata  hanya akan lukaimu
Waktu berhenti
hanya ada kita
dan pagar besi yang penjarakan cinta
 2015

Aku Tua!



Oleh: Sitti Mardiyah

Angka menuakanku di sini
menjadikan aku manusia tua yang asing dan diasingkan
sepasang mataku dibutakan kesenangan kemarin
yang kemudian kusesali hari ini
aku tua!
tanpa arti
hanya memiliki uban putih, wajah keriput dan ...
kau yang memandang tanpa nafsu
aku tua!
jari-jariku memohon
meronta
kakiku ingin kembali berpijak
bukan kaku dipasung waktu
ah, aku tua!
dan ingin kembali muda

SITTI MARDIYAH adalah penulis yang ingin kembali!