Rabu, 11 Maret 2015

Jawaban

Kutunggu dalam kemarahan
kunanti pada gundahnya hati
kelak jika kau temukan jawaban yang pas, maafkan aku
saat itu ... mungkin hatiku tak lagi sama
tak lagi menunggu
lupakan penantian
aku ... usai

Rindu

Tentang rindu yang kau kisahakan semalam, simpanlah. Kelak semoga ada yang menemukannya.

Sabtu, 07 Maret 2015

Rahasia

Memang iya tak ada rahasia
sebab jika ku simpan pun akan kau temukan ia dalam laciku
tapi ... kadang harus ku kunci rapat-rapat laciku
rahasia di dalamnya tak harus kau tahu saat ini
mungkin besok atau bahkan lusa
tapi bukan saat ini

(Assalamualaikum, Beijing!) Cinta Sejati yang Nyata!



Oleh: Nahlatul Azhar
Ada banyak kisah cinta yang beretabaran dalam buku-buku saat ini. Dikemas dengan berbagai warna juga cara yang berbeda. Tema yang dianggap basi namun selalu mampu menarik minat pembaca. Kisah dengan nuansa cinta selalu menjadi selipan wajib dalam sajian-sajian novel. Tema yang sama namun dapat diolah sedemikian rupa oleh para penulisnya.
Hal itu pula yang tersaji apik dalam novel Mba Asma Nadia yang berjudul ‘Assalamualaikum Beijing!’. Novel yang memunculkan banyak tanya pada awalnya. Tentang benang merah dari setiap bab di dalam novel tersebut, menjadikan novel tersebut menarik dan menggoda dari tiap bab-bab yang ada.
Saya pribadi bertanya-tanya sejak awal bab, tentang siapa Dewa? Bagaimana rupa gadisnya yang dipanggilnya dengan nama Ra? Apa pula kaitannya dengan Asma yang melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Beijing? Lalu tokoh lain, Zhongwen, yang memanggil Asma dengan naman Ashima, tokoh yang mulai menumbuhkan harapan-harapan baru di hati Asma.
Novel dengan pertanyaan yang muncul di benak saya tentang hubungan tiap sajian babnya, yang memang menceritakan dua kisah yang sangat berbeda. Sempat menebak mungkinkah Ra adalah Asma? Tapi dari namanya dimana pula letak kesamaannya?
Bingung dan dicekam banyak tanya namun justru membuat saya menikmati novel ini. Penasaran dengan bab berikutnya. Ingin terus membacanya, namun di lain sisi takut kecewa dengan akhirnya.
Seharian penuh saya bersama novel tersebut. Kebetulan saat itu memang lagi banyak urusan, maka jadilah setiap persinggahan yang menuntut untuk menunggu sejenak menjadi saat-saat berharga demi menyelami kisah novel ini. Mengalihkan pandangan sejenak dari dunia luar dan memasuki kisah demi kisah dalam novel tersebut.
Konflik hati jelas terjadi. Asma yang tak percaya cinta sejati akibat pengalaman ibunya yang ditinggalkan suaminya demi perempuan lain. Tak lupa dengan kisah yang baru saja dialaminya. Padahal dalam perjalananya ia bertemu seorang laki-laki yang tanpa Asma tahu sangat penasaran dengannya.
Di tempat yang berbeda, kisah yang berbeda, ada Dewa dengan kegalauannya akan gadis bernama Ra. Pernikahannya yang ia anggap sebuah kesalahan sungguh tak membuatnya lupa sedetik pun terhadap gadis yang hampir dinikahinya. Gadis yang benar-benar ia cintai. Sayangnya gadis bernama Ra raib enatah kemana setelah ia menikah. Ra tidak ia temukan lewat dunia nyata juga dunia maya.
Dewa merana. Istrinya pun tak jauh beda, menderita sebab anak mereka akan lahir dengan sikap Dewa yang acuh. Padahal istrinya sudah melakukan segala cara agar laki-laki yang menikahnya dengan terpaksa itu meliriknya sekejap saja.
Benang merah menari-nari, mencari jawaban untuk setiap tanya pembanyanya. Bagaimanakah akhirnya?
Bacalah dalam novel Mba Asma, dijamin lebih memuaskan dari pada Filemnya.
Ehm. Asma Nadia, siapa yang tidak mengenalnya. Penulis yang telah melahirkan banyak buku. Adik dari Helvi Tiana Rosa ini adalah salah satu penulis kesukaan saya Sebut saja novel-novel lamanya seperti serial Aisya Putri, Derai Sunyi, ada juga J-Two, Ada Rindu di Mata Peri, buku Jangan Jadi Muslimah Nyebelin dan masih banyak buku-buku yang ditulisnya zaman saya masih duduk di bangku es-em-pe.
Malas membaca sering kali menjangkiti saya, sibuk menjadi sebabnya, belum lagi godaan kesenangan yang lain mengalihkan minat membaca saya, namun novel penulis dengan banyak penghargaan ini mampu menghipnotis saya untuk melahap novelnya hingga tuntas.
Tidak hanya itu, hingga akhir kisah, saya dibuat merasakan berbagai perasaan. Marah pada Dewa, sentimen pada Asma, lalu kasihan, sedih, marah lagi, dan berbagai rasa-rasa yang berkecamuk dalam jangka waktu yang hampir bersamaan.
Kekaguman pada Mba Asma Nadia pun semakin bertambah. Saya yang mulai menyukai tulisan-tulisannya sejak es-em-pe, kini semakin jatuh hati. Bukan hanya karena cara Mba Asma menyajikan kisah-kisah dalam novelnya sangat apik, juga karena ada pesan yang tak menggurui ia torehkan dalam tiap karya-karyanya.
Seperti dalam novel yang diterbitkan oleh penerbit Noura Books ini, pesan tentang cinta sejati yang datang disaat yang tepat, hanya perlu bersabar, menunggu ia datang, tak lupa perjuangan untuk  mendapatkannya.
So, rugi kiranya kalau belum baca novel yang satu ini!.
Judul: Assalamualaikum Beijing
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: Nourabooks
Terbit: Oktober 2013
Jenis: Fiksi Islami
ISBN: 9786021606155
Nahlatul Azhar, anggota FLP Ranting UNISMUH.



Selasa, 03 Maret 2015

Bola Mataku Untukmu

Aku dan sepasang matamu yang menari di wajahku
tiap matamu menjemput pagiku
kala matamu tidurkan senjaku
dan aku yang berjanji
kelak bola-bola mataku
hanya untukmu

Kos Biru, 3/3/2015

Ketika Aku Rindu dan Kembali Ke Pelukanmu

Aku Rindu
teramat sangat hingga kurasakan getaran dadaku
teramat sangat hingga aku merasa terluka
jika saja aku tak diamimu terlalu lama
jika saja aku tak pergi begitu jauh
tak akan serindu ini aku pada wajahmu yang bisu
kini ...
aku di depanmu
siap memelukmu
merasakan hangat katamu
oh rumah Kata(K)ku

Pulang, 3/3/2015