Jumat, 24 Mei 2013

Wanita Serba Silau


http://agoyman.deviantart.com/
Dia menjadi wanita tak berpunya. Bukan tak memiliki uang (walau memang keseringan bokek). Sama sekali bukan. Justru yang ia tak punya adalah bentuk cinta yang nyata. Seperti kebanyakan gadis yang mengharapkan sang arjuna, begitu pula dia. Kadang ia berpikir mungkin karena fisik yang tak berbentuk. Mungkin juga karena lahir dari perkampungan kecil yang dikelilingi buki. Ya! Berbagai kemungkinan terukir dalam benaknya. Benak  dia, wanita itu.
Oh, wanita itu pernah berkisah dulu sekali ia pernah mengenal cinta dalam bentuknya yang nyata. Di hadapannya. Juga di hatinya. Itu pun saat tammat SMA. Baru kali itu, dan saat itu yang terjadi adalah dia belum siap sakit untuk sebuah rasa. Berkali-kali ia menangis dalam kesendirian. Berkali-kali memohon agar sang arjunanya tak pergi. Wanita malang yang dibutakan cinta. Siapa yang peduli jika bahkan ia sendiri tak berani mengakui dirinya punya kekasih? Sungguh tak ada yang tahu, atau yang lain pura-pura tidak tahu. Sebab awalnya siapa yang menyangka wanita itu akan mengenal kata pacaran?
Begitulah sikap wanita itu. Diam-diam ingin. Diam-diam tenggelam. Diam-diam bangkit lalu jatuh lagi.
Tapi kini wanita itu silau akan rasa. Bagaimana tidak, jika dulu ia sangat bertahan dengan satu rasa, setia pada satu nama, bahkan berjanji untuk satu orang saja, kini berbalik tak ingin terikat kata cinta. Namun lagi-lagi dalam diamnya ia menebar kagum yang berkepanjangan. Pada siapa? Tentu pada siapa saja yang menarik hatinya dan orang yang ia yakini tak berpunya.
Wanita yang aneh kan?
Namun itulah yang terjadi, tentang wanita itu ia semakin ahli menyembunyikan diri. Namun mengumbar duka pun sukanya lewat kalimat-kalimat tak bernada. Tidak hanya itu, ia bahkan berterima kasih pada setiap arjuna yang pernah menyelipkan sakit dalam hatinya. Baginya dari situ kisah terlahir. Juga dari itu ia mencari siapa yang benar-benar membuatnya terperangkap dan tak silau pada siapapun lagi.




Jumat, 17 Mei 2013

Foto Fiti: Untuk Hari Buku

Novel Mba Shabrina
 Sebenarnya sudah lama ngambil gambarnya, emang niat buat di posting di blog. Novel Mba Shabrina W.S. "Ping" bersama teman duetnya mba Riawani Elyta. Cerita yang mengagumkan, sederhana dan renyah. Aku jadi merasa bersalah pada kucing-kucing di rumah yang sering aku kasari (emang rada ngga suka). Namun setelah baca novelnya semoga aku ngga gituin kucing lagi juga hewan lain. Salut sama penulisnya yang cinta binatang.
 Always be in Your Heart. Lagi-lagi aku harus bilang novel ini manis. Manis sekali, terpisah jarak namun masih bisa setia pada satu cinta. Pun cinta lain sungguh menggiurkan. Pokoke manislah (sampai semut-semut eh teman-teman di kelasku berebutan tuk membacanya.

Hadiah dari Mba Nita


Aku makin suka dunia menulis. Bahkan tuk sekedar menuliskan beberapa kalimat. Karena dari beberapa kalimat itu saja aku bisa dapat ribuan kalimat. Novel Tell we meet again adalah hadiah dari Mba Nita. Salah satu kenalan, sahabat, teman seperjuangan dalam menulis. Aku kagumi semangatnya dalam menulis (Novel loh). Nah, karya pertamanya berupa skiripsi membuatnya mengadakan lomba, dan inilah salah satu hadiahnya untukku.



Masih hadiah dari salah satu teman dunia maya. Ya, dunia kata selalu menyisakan hikmah bagiku. Ada saja kesan baru terhadapnya. Dan selalu senang jika ada yang ngasih hadiah buku.
*Adakah yang mau ngasih lagi?
Bunya keren. Pengalaman penulis tentang jilbab lengkap dengan tips-tipsnya ada di dalam sana. Penasaran????




Riawani Elyt
Kalau yang ini belum punya sih. Tak foto saja pas ke gramedia. Diam-diam teriak dalam hati, "Gue tau nih penulisnya *Bangga padahal belum baca dan ngga beli numpang foto fiti doang.












#HIJAB1ST
Gara-gara kenal sebagian penulis, jadi senang sendiri pas ngambil gambarnya. Hihihihi.
Gambarnya aku ambil pas ke Gramedia.








Novel Mba Shabrina lagi menjeng



Pengen banget berguru pada beliau
kagum sama tutur kata lembut beliau
ah, pokoke top lah. Mana baik lagi. Lima jempol deh tuk mbanya :)








Terakhir, ini masih ada beberapa buku hadiah dari dunia maya.


"Makasih untuk kalian yang mengenalkanku pada dunia. Untuk yang memilihku menerima buku-buku ini. Bukan main senangnya aku. Yah, pengennya punya banyak buku. Biar makin kenal dunia tulisan dan makin cinta. Niatnya gitu. Tapi jika lembaran untuk membelinya belum cukup, yah ikutan lomba-lomba lagi. Bahkan jika ada yang ngasih dengan ikhlas hati tak terima. Hihihi. Selamat hari buku pencinta buku. Selamat hari buku wahai buku-buku."

Shizuku dan Seiji



http://www.kaskus.co.id/
Siang yang indah. Sambil menikmati liburanku di hari jumat aku duduk di depan tv. Tapi bukan  menonton awalnya, hanya asik main game juga online. Baru beberapa saat kemudian jari telunjukku tergerak menyalakan tv. Sebentar saja lalu kemudian aku tertarik pada sebuah filem. Aku memang biasa nonton siaran tersebut karenasering memutar filem yang tidak berseri. Apa lagi kalau yang diputar adalah filem jepang suka banget jadinya. 
Seperti hari ini. aku langsung tertarik pas lihat tayangan filem kartun di siaran itu. karena ngga ada iklannya juga makanya lebih asik. Kisah anak sekolah (SMP) tersa sangat manis tersaji. Kalau ngga salah pemeran utamanya adalah Shizuku punya teman yang sedang jatuh cinta pada seorang laki-laki teman kelasnya. Yang jadi masalah diasaat yang bersamaan laki-laki lain, tetangga kelasnya mengirim surat cinta untuk teman Shizuku ini. walhasil ia tak tahu harus menjawab apa. Makanya dia cerita pada Shizuku. Masalah lain muncul sebab laki-laki yang disukai sahabat Shizuku malah suka padanaya.
http://downloadgambar.net/
            Lalu ada Seiji. Laki-laki yang diam-diam memperhatikan Shizuku. Diam-diam ke perpustakaan dan meminjam banyak buku fiksi agar namanya bisa bersanding dengan Shizuku di kartu perpustakaan. Shizuku sendiri mulai  penasaran dengan peminjam buku yang selalu mendahuluinya.
            Keduanya lantas dipertemukan. Ternyata Seiji adalah pengrajin biola. Ingin mendalami hal tersebut. mengetahui keteguhan hati Seiji dalam mengejar cita-citanya, Shizuku jadi malu sendiri. Ia bingung tentang masa depannya sendiri. Maka saat Seiji pamit tuk memperdalam ilmunya di luar negeri, Shizuku berjanji tuk jadi seorang penulis novel.
            Dua bulan jadi masa perpisahan keduanya. Yang suka dari filemnya ngga ada perasaan suka. malah saling menyemangati. Saat Seiji jauh, Shizuku semakin giat menyelesaikan novelnya. Tentunya sambil menahan rindu.
Dan sehari sebelum dua bulan berlalu, saat Shizuku terbangun dari lelapnya, lelahnya menyelesaikan novel ia  lalu membuka jendeela. Ternyata masih gelap. Namun matanya tetap tertuju pada jalan di bawah sana, alangkah terkejutnya ia ketika melihat di sana ada Seiji tengah mengendarai sepeda sambil melambaikan tangan padanya. Buru-buru Shizuku turun.
Manis sekali. Dengan akhir yang emang sudah ditebak, namun .... ah tetap ada kenikmatan saat menontonnya.
Sambil menatap matahari terbit. Keduanya pun bercakap-cakep       .
“Kakek sudah cerita semuanya tentangmu Shizuku. Maafkan aku yang egois.”
“Tidak, tidak. Justru kamulah inspirasiku untuk membuat novel dan jadi penulis.”
“Shizuku ... mmm .... walau bukan saat ini juga, maukah nanti kau jadi istriku?” (Aku yang nonton jadi deg-degan ngga jelas hahaha)
Shizuku mengangguk mantap, “Aku pun berharap seperti itu.”
“Aku mencintaimu Shizuku.” Mereka pun berpelukan.
http://rizalyan.com/
*Aku selalu suka kisah yang romantis. Itu yang perlu diberi garis.

Selasa, 14 Mei 2013

Pura-pura Kuat

http://agoyman.deviantart.com/
Berkali-kali aku berusaha mematikan rasa yang ada. Sensitif. Itulah sebenarnya sifat asliku. Apa-apa akan terpikirkan serius.Membuatku terkurung dalam perasaan sendiri. Aku sendiri lelah dengan keadaan ini.  Sebab lelah merasakan sesak yang ada. Terlebih saat rasaku tak bisa kukeluarkan. Hanya kusimpan rapat dalam sudut hati. Air mata? Jangan tanya, rentetan air itu kutahan dalam-dalam. Kupenjarakan sebisaku, kukiunci pada kelopak mata.
Sejak dulu aku dituntut menjadi kuat. Dipaksa perkasa dalam segala keterbatasanku. Kekuranganku. Hingga kutelan satu-satu pil kemalangan. Apa daya, aku tercipta mungkin bukan tuk bicara, namun hanya mendengar dan menelan kepahitan.
Satu-satunya pintu yang kubuka agar orang-orang menghampiriku telah hancur. Hancur oleh prasangka yang tercipta. Benar! Saat aku berusaha percaya, yang terjadi aku tertikam begitu saja. Tak ada perisai ya melindungi. Sebaliknya, aku terkapar lemah tak berdaya. Saat bertanya, “Adakah yang peduli?” yang kuterima hanya sapaan agar kuat, tanpa bertanya terlebih dahulu, “Apa yang terjadi?”
Kuat. Sejak kapan kekuatan itu mudah? Sejak kapan sikap hebat itu mudah tertanam? Hanya dengan katakah? Jujurlah! Semua itu mustahil dalam sekejap kaya. Aku tak mengatakan diriku memiliki hati yang lembut, bukan! Aku manussia lemah yang selalu merasa sakit. Hati.
Jika sekelilingku mengumbar sesak pertanda kuat. Justru aku terkungkung dalam ketakutan. Takut berucap takut. Takut mengatakan aku lelah. Tak mungkin mengatakan aku sakti. Dan lagi, aku dituntut kuat. Aku dipaksa mengerti. Tanpa sepengetahuan mereka. Mereka memaksaku.
Dan jika mungkin, bagi yang pura-pura kuat. Bantu aku. Bantu aku berpura-pura. Untuk kuat. Karena aku tak mampu untuk menjadi benar-benar kuat.

Minggu, 12 Mei 2013

Lalu Bisu


Sejenak ku teringat masa lalu
Pada sebuah tempat yang kelabu
Juga bisu
Tentang semburan lahar rasa kembali memburu
Juga harapan yang masih satu
Terbesit sesaat dalam kalbu
kamu
Mencerca tanpa malu
Benalu
Kamu
Tapi kemudian hadir sesuatu
http://agoyman.deviantart.com/
Benda itu ...
Penghubung yang teringat selalu
Pun dileburkn waktu
Sejak dulu
Sejak kamu pergi tanpa kutahu
Bersama kenanganmu
Dan di sini bergentayangan pilu
Menunggu
Lalu
Kembali terpaku
Akan parasmu yang palsu
Kau berubah hantu ...

Mari Kita

Mari kita berdampingan menikmati nada yang dicipta
Mengabadikan tiap sudut keindahan yang ada
Mencinta keadaan sederhana
Mari bersama dalam kebisuan asa
Mencari celah tuk membuka suara hingga bertemu tak sebatas pandangan mata
Menerka takdir pertemuan saja               
Menjawab tanya yang terbesit sama
Mari berdua mengawali dunia kita
http://agoyman.deviantart.com/
Mencipta surga yang terindah di dunia
Memupuk kasih yang tak dilarang masa
Mari abadikan kata dengan tinta kita
Menuai setelah menunggu lama
Meraih suci dalam pastinya cinta
Mari kita bersama selamanya ...


Teruntuk Mr. B (yg entah siapa)
Sendiri saja
Makassar, 12 Mei 2013