Kamis, 21 Februari 2013

Mencuri Wajah


21-2-2013
Uhk ... menyebalkan jika keadaan terus seperti ini. dan satu tanya kembali menggantung tanpa jawaban pasti, kapan berakhirnya yah?
Di tengah lelah yang menjamah raga aku sempatkan menulis ini. bagaimana tak lelah, sudah tiga hari mengikuti kegiatan kampus. Sampai di rumah bukannya istirahat yang ada malah mendapati rumah yang menuntutku untuk beres-beres dulu. Tak hanya lelah fisik, jiwa pun tak jauh berbeda. Gimana ngga bete kalau yang ngga capek dan tidak keluar rumah malah asik-asik nonton sedang aku malah ....
Sudahlah! Pun aku berkoar-koar di sini tak akan ada habisnya. Intinya kalau ngga berubah aku akan pergi, titik.
Lelahku bukanlah jadi soal saat ini. yang jadi masalahnya adalah ... mmm ... mmm ... duh, aku malu nulisnya. Hahaha ... ngga jelas banget yah.
Gini ... kembali tentang pemilik wajah itu, orang yang kunamai Mr. Jang(Kung). Parahnya kali ini aku tak lagi melihatnya jauh di belakang sana. Sebuah pesona ia perlihatkan sore tadi, saat ia berdiri di antara kerumunan orang-orang yang tengah sibuk karena sesuatu hal. Sedang dia? Bagaimana menggambarkannya jika yang terjadi aku hanya mampu terpaku dan memberanikan diri tak lagi curi-curi pandang namun malah menatap langsung pada wajahnya dan mencari adakah hal serupa terjadi padanya? MELIHAT KE ARAHKU?
Tentu tidak! Akulah yang berambisi, dan sekali lagi ini hanya tuk diriku. Tak lebih dari itu.
Kembali tentangnya. Masih di antara kerumunan manusia-manusia sibuk, kuberanikan mengangkat hp setinggi yang kumampu. Pura-pura jepret sana sini, dan berakhir pada kerumunan yang mengelilinginya. Tentu dengan adanya dia. lalu ...
Dapat!
Walau ngga jelas itulah yang aku dapat. Hasil yang membuatku senyum sampai saat ini. Hanya itu?
Ya!
Dan lagi-lagi aku mencuri wajah seseorang tanpa ia tahu. Bukan tuk kupandangi, namun untuk kujadikan bukti ia pernah jadi bahan tulisanku. Bahan pemanas untuk hatiku yang dingin. Ah ... sesaat yang indah. Kini tinggal menanti esok untuk kisah yang baru. mungkin masih tentangnya. Si Mr. Jang(Kung)

Rabu, 20 Februari 2013

Wajah Di Balik Wajah


Kamis 20,02,2013
Mungkin ini hari yang berat. Mungkin juga malah sebaliknya, hari yang menyenangkan. Bagaimana tidak jika mataku hanya menari-nari pada satu wajah. Dengan tatapan sepintas bag pencuri yang berusaha tak ketahuan. Yang nampak adalah benci. Wajah tak peduli dan masa bodoh. Tapi ... tahukah isi hati?
Aku seakan terlempar pada tahun-tahun pertama aku mengenal seseorng di masa lalu. Rasa yang sama dengan keadaan yang berbeda dan juga pada orang yang tak sama. Ya! Kembali aku mencicipi rasa manis dari sebuah ketertarikan pada sosok yang tak pernah berbicara padaku. Begitu juga sebaliknya.
Memang bukan pertemuan pertama aku dan dia. Jauh sebelum ini aku sudah menyimpan kagum pada sosoknya. Dulu, mungkin 2 tahun silam ... tapi dua hari ini dia kembali mengisi pandangan mata. Menjadikan benteng pertahananku sedikit goyah. Aku tahu ini sesaat. Aku tahu tak akan ada yang lebih dari sekedar tatapan-tatapan mencari. TIDAK LEBIH!
Namun tetap saja, dia di sana dan aku di sini. Sesekali menyapu wajahnya dengan pandangan mencari-cari adalah suatu keindahan tersendiri. Di antara kerumunan-kerumunan manusia yang tak tahu akan hadirnya suatu rasa, dia berada jauh dariku. Ada banyak wajah yang menyapaku sebelum akhirnya menemukan dia di barisan paling belakang. Seperti bersembunyi dari sesuatu. Mungkinkah bersembunyi dariku?
Inilah permainan yang kurindu: permainan hati. Pun aku tahu imbasnya di kemudian hari adalah sakit. Aku tetap jadi pelakon pencari wajahnya. Tiap ada waktu dan kesempatan dua bola mata kan mengambil jatahnya. Hati tak akan mungkin diam saja melainka ikut meramaikan suasana. Tak jauh berbeda dengan bibir yang seakan diermanis sedemikian rupa dengan senyuman.
Dia, wajah di balik wajah masih mencuri mata. Tatapan mata penuh rasa. Juga mencipta rindu dalam mimpi.
Dialah .... Mr. JANG (KUNG)




Senin, 18 Februari 2013

Bara Cinta Untuk Dia


Kubiarkan cintaku tersulut api
Biarkan ia terbakar
Biarkan ia membara
Biarlah ...

Tentang cintak untuk dia
Dia yang terlahir untuk melahirkanku
Dia yang berurai air mata dan bermandikan peluh
Dia yang membuatku harus mencium telapak kakinya

Dia ...
Sungguh sulit menggambarkan rasa untuknya
Tak sekedar deburan-deburan dalam dada
Terbesit pula rindu yang dalam saat tak melihat wajahnya yang legam
Terluka pula hati mengingat tubuh ringkihnya yang tak lelah melangkah

Tentangnya ...
Wantia terindah yang kupunya
Wanita teragung
Wanita pemilik hati putih
Wanita dengan hiasan mutiara di tiapa doanya

Cinta tak akan habis mengalir ke pangkuannya
Dariku buah hati yang tak bisa apa-apa
Hanya memberi sebuah pengakuan indah akan cinta
Padanya wanita tercinta


Pahlawan Cinta


Banyak gadis yang telah dikenalnya, tapi belum pernah ada yang membuat hatinya berdegup kencang. Namun hari itu, ia menyadari sesuatu. Ada yang menarik perhatiannya, menjadikan pandangan matanya hanya tertuju pada satu orang. Dia ada di sana, gadis dengan jilbab hijaunya. Ia terpana, hatinya pun menyanyikan lagu cinta.
*
“Biarkan aku pergi sendiri,” ucap laki-laki itu dengan mimik serius. Ia sadar keputusannya kali ini akan menentukan masa depannya kelak.
“Apa kamu tidak malu, Nak?” tanya wanita yang duduk di sampingnya yang tak lain adalah ibunya. Laki-laki itu memang tengah berunding dengan keluarganya: bapak, ibu, kakak, dan adiknya.
“Justru itu, Bu. Kalaupun ditolak, biarlah saya yang menanggung malunya seorang diri,” jawab laki-laki itu dengan suara mantap.
“Man, Man. Aku tidak menyangka adikku akan setangguh ini,” tukas Sarah sambil tersenyum pada adiknya, Iman.
“Iya, Kakak pemberani banget,” tambah adik Iman yang bernama Hafsa.
“Baiklah itu keputusanmu, Nak. Bapak hanya bisa membantumu dengan doa, semoga semuanya berjalan dengan baik. Satu yang bapak pesankan, jika hasilnya tidak sesuai harapanmu jangan terlalu kecewa. Anggap saja dia bukan yang terbaik untuk masa depanmu,” kali ini bapak Iman dan dua saudaranya yang lain bersuara.
 Iman mendengarkan nasehat bapaknya dengan seksama. Ia memang harus siap dengan segala kemungkinan yang ada. Diterima tidaknya nanti, Iman akan mengaggapnya perjalanan hidup yang memang harus ditempuhnya.
“Dan jika diterima, kami akan mengantarmu untuk melamar gadis itu secara resmi,” lanjut laki-laki paruh baya itu pada anak laki-lakinya.
*
Suasana malam tampak mencekam. Yang terdengar hanya suara-suara hewan malam. Sesekali angin berhembus agak kencang. Di dalam kamarnya yang sempit, Iman memohon pada Tuhannya berharap dimudahkan jalannya.
“Ya Tuhan, semoga dialah yang Engkau kirim untuk melengkapi tulang rusukku, amin ...”
*
“Jadi ayahku pergi seorang diri, Nek?” tanya Dila pada neneknya. Dari wajahnya terlihat jelas kalau ia peasaran.
“Tentu saja,” jawab neneknya sambil tersenyum.
“Terus lamaran ayahku diterima?” tanya Dila lagi dengan mata berbinar-binar.
“Aduh Sayang, tentu saja ayahmu diterima. Kalau tidak mana ada kamu dan keempat adikmu yang lain.”
“Wah ... ayah benar-benar berani ya, Nek. Aku jadi tambah kagum padanya."
Dila tersenyum puas mendengar kisah cinta antara ayah dan ibunya dulu. Perlahan dirangkulnya wanita yang telah melahirkan ayahnya.
“Nek, aku juga berharap kelak berjodoh dengan orang yang seperti ayah,” bisiknya pada Neneknya.
“Tentu Sayang. Nenek juga akan mendoakan yang terbaik untukmu.”




Cinta Sedingin Es



 “Jadi hari ini mau bilang ke Izzy?” tanya Fany. “Maunya sih gitu, tapi suasana hatinya itu loh. Lihat tadi kan? Serem banget.” Dera menunjukkan wajah ngerinya mengingat kejadian di kelas tadi.
“Bukannya kamu sudah biasa dengan tampang jahatnya itu.”
“Duh, Fany ... dia itu ngga jahat!”
“Bela saja terus!”
Sudah menjadi rahasia umum kalau banyak cewek yang naksir sama Izzy. Tapi tidak sedikit juga yang mundur perlahan karena sikap dingin cowok itu. Tak jarang pula yang malah balik membencinya karena ditolak. Tapi Dera lain lagi, ia suka pada teman sekelasnya itu  walau berusaha keras untuk menyembunyikannya.
“Besok saja deh Fany, aku masih ngga berani bilang ke dia,” ucap Dera.
“Tunda saja terus. Keburu kita selesai tau!”
“Jutek banget sih.”
“Biarin! Kamu juga sih, jatuh cinta sama gunung es kayak gitu. Sejak dari Sekolah Dasar pula.”
Dera tak menjawab omelan sahabatnya karena apa yang dikatakan Fany memang benar. Ia sudah menyukai Izzy dari SD. Saat duduk di sekolah dasar cowok itu tidak secuek sekarang. Dulu malah ia berteman dengan siapa saja. Sampai Dera yang saat itu dijauhi sama teman-temannya karena suka nangis pun diterima baik oleh Izzy.
Lima tahun berlalu dan sekarang keduanya bertemu lagi namun mengapa Izzy berubah? Hal itu juga yang membuat Dera ingin bertanya padanya saat pertama kali mereka bertemu lagi di bangku SMA. Tapi belum juga bertanya, Ia malah selalu kabur duluan. Bukan karena alasan takut saja, melainkan hatinya yang tidak kuat berhadapan langsung dengan Izzy.
*
Sore itu Dera tidak langsung pulang ke rumah. Tekatnya sudah bulat untuk mengutarakan semuanya pada Izzy. Juga ia ingin memuaskan dahaganya atas semua pertanyaan yang selama ini ia pendam. Maka diam-diam diikutilah Izzy saat pulang.
Ternyata cowok yang ia ikuti juga ngga langsung pulang ke rumah. Malah mampir di salah satu warung makan, bukan untuk mengisi perut kosong tapi bekerja sebagai pelayan. Melihat hal itu Dera jadi harus menunggu di luar warung yang cukup ramai tersebut. Hingga pukul sembilan malam barulah Izzy pulang.
Dera membalikkan badannya, takut ketahuan. Lalu kembali mengikuti Izzy. Tapi ...
“Loh, kok ngga ada? Tadi kan lewat sini. Duh ... gimana nih?” tanya Dera pada dirinya sendiri.
“Tidak kusangka usahamu lumayan juga,” ucap seseorang membuat Dera kaget setengah mati.
“E ... mmm kamu,”
“Kenapa ngikutin aku!?”
“Itu ... “
“Apa?!”
“Mmm ... “
Izzy mulai melangkahkan kakinya untuk pergi.
“TUNGGU! AKU CUMAN MAU BILANG SUKA SAMA KAMU. HANYA INGIN TAHU KENAPA KAMU BERUBAH DRASTIS? APA KAMU TIDAK MENGENAL AKU? KITA DULU SATU SD! DAN ... DAN, SEJAK ITU JUGA AKU SUKA SAMA KAMU!” teriak Dera.
Izzy diam cukup lama, sebelum akhirnya ...
“Aneh!” suara  cowok di hadapannya melunak.
“Apanya yang aneh?”
“Itu tadi, ngungkapin perasaan atau mau wawancara?” tanya cowok yang diaanggap gunung es oleh banyak orang. Kini giliran Dera yang bingung dengan pertanyaan Izzy.
“Aku juga punya pertanyaan. Kenapa kamu ngga berubah sama sekali? Masih cengeng, ceroboh, dan penakut seperti dulu.”
“Kamu ingat semuanya?” tanya Dera tak percaya. Izzy tersenyum, seperti dulu.
Tentu aku ingat! Aku ingat semua tentangmu. Bisik hati Izzy.






Lomba Menulis Novelet Fantasi DIVA Press 2013




Apa itu lomba novelet #fikfanDIVA?

Ini adalah lomba menulis novelet fantasi yang diadakan oleh @divapress01 antara 15 Februari – 15 April 2013. Jadi, kalian bisa mulai menulis draftnya sekarang.

Tema lomba #fikfanDIVA adalah SEGALA YANG BERKAITAN DENGAN FANTASI. Jadi, kalau kamu merasa bisa, mari rame-rame ikut!

Naskah lomba #fikfanDIVA antara 100 - 130 halaman, spasi 2, Times New Roman, kertas kuarto (A4)
Bahasa tulis untuk #fikfanDIVA bebas, boleh pakai bahasa remaja tapi dilarang alay.

Apa itu novelet? Novelet adalah "novel mini" yang maksimal terdiri dari 30.000 kata, sekitar 100 - 130 halaman A4
Apa pula itu fiksi fantasi? Fiksi fantasi adalah kisah rekaan yang mengandung unsur-unsur magis, sihir, gaib, petualangan, imajinasi

Contoh #fikfan paling populer : Harry Potter, Eragon, Lord of the Rings, Percy Jackson. Ada juga Fleur, Kynigos, Almost Twilight, dan Chiru’un.

Ada dua jenis cerita fantasi, high fantasy dan low fantasy. Apa perbedaan di antara keduanya? #fikfanDIVA
Low fantasy mengambil setting di dunia nyata (real world) di mana terjadi keajaiban-keajaiban dan kejadian-kejadian yang sifatnya imajinatif.

Contoh #fikfan model low fantasy adalah Percy Jackson, Harry Potter, Lortedox.
Kebalikannya adalah high fantasy, yang mengambil setting di dunia yang benar-benar baru, yang murni rekaan si pengarang.

Contoh dari #fikfan model high fantasy di antaranya Narnia, Lord of the ring, Fleur, atau Chiruun.
Jadi, dlm high fantasy, penulis "menciptakan" sendiri setting berupa alam/bumi/planet di mana kisah tersebut berlangsung.

Sebaiknya dihindari meminjam tokoh/karakter dr karya/buku lain dalam karya kita karena hal ini rentan terkena kasus plagiasi.

Dalam lomba #fikfanDIVA kalian boleh memilih salah satu model penulisannya. Mau model high fantasy atau low fantasy.
Lalu, apa saja tema lomba menulis #fikfanDIVA? Bebas,boleh menyangkut mitologi dunia, legenda nusantara, atau murni hasil kreativitas sndiri.

Jika masih bingung, kalian pasti pernah baca novel ttg penyihir, peri, elf, kurcaci, naga, pendekar, anak-anak malaikat, vampir. Nah, itu!


PENJURIAN:

Masih bingung dengan #fikfan? Coba kalian baca buku-buku berlabel "fantasi" di pasaran. bisa juga cek/beli di sini http://bit.ly/QRg5H0

Untuk juri #fikfanDIVA, akan ada 2 juri dari luar dan 1 juri dari @divapress01. Semuanya penulis beken lho Tweeps.

Oh ya, untuk lomba #fikfanDIVA font Time New Roman ukuran 12 pts. Margin 4-3-3-4 (kanan-bawah-kiri-atas)
Keterangan lebih lengkap tentang lomba #fikfanDIVA akan diposting segera di sosmed kami. DL pengiriman naskah adalah 15 April 2013

Silakan follow @KastilFantasi untuk tahu lebih banyak tentang genre fantasi. Salah satu jurinya juga dari kastil keren ini lho.


HADIAH:

Akan diambil 3 pemenang utama yang mendapatkan masing-masing gadget keren. Total ada hadiah senilai 6 juta rupiah untuk 3 karya terpilih.

Selain mendapatkan gadget, 3 karya pemenang juga akan diterbitkan oleh @divapress01 dengan sistem royalti. Cihuiiii

Jadi, selain dapat gadget, kamu juga berkesempatan karyamu diterbitkan. dapat royalti lagi. Kurang keren apa coba?
Biar ngiler, nih Admin bocorin hadiah lomba menulis #fikfanDIVA

Juara 1 berhak atas gadget senilai 3 juta rupiah + kontrak penerbitan buku dengan sistem royalti.  
Juara 2 berhak atas gadget senilai 2 juta rupiah + kontrak penerbitan buku dengan sistem royalti.  
Juara 3 berhak atas gadget senilai 1,5 juta rupiah + kontrak penerbitan buku dengan sistem royalti.  


PEGIRIMAN NASKAH:

kirim karyamu ke email --> lombadiva@gmail.com dengan subjek/judul FIKFAN DIVA

Naskah ditulis dalam file word, kemudian dikirimkan dalam lampiran. Biarkan badan email tetap kosong.

Format judul file word --> Nama(spasi)JUDUL NASKAH

Sertakan biodata di halaman terakhir naskah. Lebih baik dalam bentuk narasi.


PESERTA:

Semua boleh ikut lomba #fikfanDIVA, termasuk ras vampir, penyihir, dan elf yang sekiranya ingin dapat gadget juga boleh ikutan \(´▽`)/

Tujuan lomba #fikfanDIVA adalah u/ meriahkan serta turut mendukung maju dan berkembangnya penulisan buku fantasi karya anak bangsa.

Info lengkap tentang lomba menulis #fikfanDIVA akan segera diposting. Pantengin terus @divapress01 dan FB "Penerbit DIVA Press"


sumber : https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/lomba-menulis-novelet-fantasi-diva-press-2013/501299493245173